Minggu, 10 November 2013

Adab Berjabat Tangan Dalam Pandangan Islam



Berjabat tangan itu merupakan salah satu Sunnah Sayyidina Muhammad SAW. Bahkan Nabi muhammad menyatakan bahwa berjabat tangan itu mampu menghapus dosa bagi kedua pelakunya. dan di dalam hadist disebutkan : 
“Sesungguhnya seorang mukmin apabila bertemu dengan seorang mukmin yg lain, lalu ia mengucapkan salam & mengambil tangannya untuk berjabat tangan, maka akan berguguran kesalahan-kesalahan keduanya sebagaimana berguguran daun-daun pepohonan”(HR Al Mundziri).

Berikut Beberapa Adab Dalam Berjabat Tangan :

1. Mengucapkan salam sebelum berjabat tangan dan niat karena Allah
Rasulullah SAW bersabda ” Tidaklah bagi dua orang Muslim yang bertemu, hingga salah satu dari mereka mengucap salam dan berjabat tangan, dan tidak berjabat tangan kecuali karena Allah, maka keduanya tidak berpisah, kecuali setelah keduanya diampuni.” (HR Ahmad).

2. Tidak Segera Melepas Jabat Tangan
Dari Ya’qub bin Sufyan Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah SAW, jika berjabat tangan dengan orang lain atau orang lain menjabat tangan beliau, maka beliau tidak melepas kecuali setelah pihak lain melepas tangannya terlebih dahulu. (HR At-Tirmidzi).

3.Tidak Memalingkan Pandangan
Dari Ya’qub bin Sufyan (RA), bahwa Rasulullah SAW tidak memalingkan pandangan dari pihak yang berjabat tangan dengan beliau sampai ia berlalu meninggalkan beliau. (HR At-Tirmidzi).

4.Menampakkan rasa kecintaan saat berjabat tangan
Beberapa ulama berpendapat bahwa menggerak-gerakkan tangan saat berjabat tangan termasuk hal yang dianjurkan. Hal ini dilakukan untuk menampakkan rasa kecintaan terhadap pihak yang diajak berjabat tangan (Hasiyah Al-Adawi).

5.Tidak berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahram
Jumhur ulama berpendapat bahwa berjabat tangan dengan lawan jenis dilarang atau Haram secara mutlak. Pendapat ini berpijak pada sebuah Hadits, bahwa Aisyah RA pernah mengatakan, “Demi Allah, tidak ada wanita yang menyentuh tangan Rasulullah SAW saat bai’at..” (HR Al-Bukhari).

CARA MEMBERI SALAM ANTARA LELAKI DAN WANITA

Dinyatakan di sini bahwa Rasulullah s.a.w. sentiasa memberi salam
kepada kaum wanita dengan ucapan ‘Assalamualikum Wr Wb’ serta memberi isyarat
sebagai penghormatan dengan mengangkat tangan sahaja dan tidak bersalaman
dengan berjabat tangan. Soal ini telah diceritakan oleh Asma' binti Yazid melalui sepotong hadist :

‘Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. telah melambai di sebuah masjid pada
suatu hari terdapat sekumpulan kaum wanita sedang duduk di dekat masjid. Maka Rasulullah s.a.w. mengangkat tangannya sebagai tanda penghormatan dengan mengucapkan kalimah salam.’(H.R Tarmizi)


Keutamaan Berjabat Tangan
  1. Terampuninya dosa
·         Dari Al Barra’, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah dua orang muslim bertemu kemudian berjabat tangan kecuali akan diampuni dosa keduanya selama belum berpisah.” (Shahih Abu Daud, 4343)
·         Dari Hudzifah bin Al Yaman, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Sesungguhnya seorang mukmin jika bertemu dengan mukmin yang lain, kemudian dia memberi salam dan menjabat tangannya maka dosa-dosa keduanya akan saling berguguran sebagaimana daun-daun pohon berguguran.” (Diriwayatkan oleh Al Mundziri dalam At Targhib dan dishahihkan Syaikh Al Albani dalam As Shahihah, 525)
  1. Menimbulkan rasa cinta antara orang yang saling bersalaman
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maukah kalian aku tunjukkan suatu perbuatan yang jika kalian lakukan maka kalian akan saling mencintai?” yaitu: “Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim 93)
Jika semata-mata mengucapkan salam bisa menimbulkan rasa cinta maka lebih lagi jika salam tersebut diiringi dengan jabat tangan.
  1. Menimbulkan ketenangan jiwa
  2. Menghilangkan kebencian dalam hati
·         “Lakukanlah jabat tangan, karena jabat tangan bisa menghilangkan permusuhan.”  Tetapi hadis ini didhaifkan oleh Syaikh Al Albani (Ad Dha’ifah, 1766)
·         “Lakukanlah jabat tangan, itu akan menghilangkan kedengkian dalam hati kalian.” (HR. Imam Malik dalam Al Muwatha’ dan didhaifkan oleh Syaikh Al Albani)
Terdapat beberapa hadis dalam masalah ini, namun semuanya tidak lepas dari cacat. Di antaranya adalah:
Terlepas dari hadis di atas, telah terbukti dalam realita bahwa berjabat tangan memiliki pengaruh dalam menghilangkan kedengkian hati dan permusuhan.
  1. Berjabat tangan merupakan ciri orang-orang yang hatinya lembut
Ketika penduduk Yaman datang, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Penduduk Yaman telah datang, mereka adalah orang yang hatinya lebih lembut dari pada kalian.” Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkomentar tentang sifat mereka: “Mereka adalah orang yang pertama kali mengajak untuk berjabat tangan.” (HR. Ahmad 3/212 & dishahihkan Syaikh Al Albani, As Shahihah, 527)

Rabu, 10 Juli 2013

Hal-hal yang membatalkan puasa (Buya Yahya)

Hal-hal yang membatalkan puasa ada sembilan (9) yaitu :


1. Memasukan sesuatu ke dalam salah satu lima (5) lubang, yaitu :
A. Mulut
Hukum memasukkan sesuatu ke lubang mulut adalah membatalkan puasa. Untuk memudahkan pemahaman kita maka hukum memasukkan sesuatu ke lubang mulut ini ada empat hukum yaitu :
1) Membatalkan : Yaitu di saat kita me-masukkan sesuatu ke dalam mulut kita dan kita menelannya dengan sengaja saat kita sadar bahwa kita sedang puasa. Jadi yang menjadikannya batal adalah karena menelan dengan sengaja. Maka dari itu jika ada orang memasukkan permen atau es krim ke dalam mulutnya maka hal itu tidak membatalkan pua-sanya asalkan tidak ditelan.
Catatan masalah ludah Di dalam masalah ini ada hal yang perlu kita perhatikan yaitu masalah lu-dah. Ludah itu jika kita telan tidak membatalkan puasa kita dengan syarat :
· Ludah kita sendiri
· Tidak bercampur dengan sesuatu yang lainya
· Ludah masih berada di tempatnya
(mulut)
Maka di saat syarat-syarat di atas ter-penuhi maka jika ludah itu ditelan ti-dak membatalkan puasa. Bahkan jika seandainya ada orang yang mengumpul-kan ludah di dalam mulutnya sendiri dan setelah terkumpul lalu ditelan maka hal itu tidak membatalkan puasa. Akan tetapi menelan ludah akan mem-batalkan puasa jika salah satu syarat di atas ada yang tidak terpenuhi, seperti karena dia menelan ludahnya orang lain, atau menelan ludah yang sudah ber-campur dengan sesuatu seperti permen, es krim atau makanan yang masih tersisa di dalam mulut kita atau menelan ludah yang sudah dikeluarkan dari mu-lutnya lalu di minum maka itu semua membatalkan puasa. Catatan : Masalah sisa makanan di dalam mulut. Sisa makanan di mulut maka ada dua macam:
· Jika sisa makanan dimulut kemu-dian bercampur dengan ludah de-ngan sendirinya dan susah untuk dipisahkan maka jika ditelan tidak membatalkan puasa. Misalnya orang yang sahur lalu tidur dan tidak sempat kumur atau sikat gigi lalu menduga di dalam mulutnya ada sisa–sisa makanan. Maka jika sisa makanan tersebut sudah tidak bisa lagi dibedakan dengan ludah maka hal itu tidak membatalkan puasa jika ditelan.
· Jika ada sisa makanan yang bisa dipisahkan dari ludah lalu ber-campur dengan ludah dan bercam-purnya karena dikunyah dengan sengaja atau digerak-gerakan agar bercampur kemudian ditelan, maka hal itu membatalkan puasa. Seperti sisa makanan dalam bentuk nasi atau biji-bijian yang bisa dibuang akan tetapi justru dikunyah lalu ditelan maka hal itu membatalkan puasa.
2) Makruh (dilarang akan tetapi tidak dosa jika dilanggar) : Dihukumi makruh jika kita memasukan sesuatu ke dalam mu-lut tanpa kita telan hanya untuk main-main saja. Contohnya ketika ada sese-orang yang sedang berpuasa kemudian dia dengan sengaja memasukkan per-men atau es krim ke dalam mulutnya tanpa menelannya maka hukumnya ma-kruh dan tidak membatalkan puasa dan jika tiba-tiba tanpa disengaja permen yang ada di mulutnya tertelan maka batal, karena ia menelan dengan tidak sengaja yang disebabkan sesuatu yang tidak dianjurkan yaitu telah bermain-main dengan memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya.
3) Mubah (boleh dilakukan dan tidak dilarang) : Dihukumi mubah yaitu keti-ka seorang juru masak mencicipi masa-kannya dengan niat untuk membenahi rasa. Maka di samping hal itu tidak membatalkan puasa hal yang demilkian itu juga bukan pekerjaan yang makruh. Akan tetapi hal itu boleh-boleh saja. Dalam hal ini bukan hanya juru masak saja yang diperkenankan akan tetapi juga siapapun yang lagi memasak. Akan tetapi dengan catatan tidak boleh di-telan.
4) Sunnah (dianjurkan dan ada pahalanya) : Dihukumi sunnah yaitu ketika kita berkumur-kumur di dalam berwudhu. Maka di saat itu di samping tidak mem-batalkan puasa, berkumur dalam wu-dhu’ tetap disunnahkan biarpun dalam keadaan puasa dengan catatan tidak bo-leh ditelan. Bahkan jika tertelan sekalipun tanpa sengaja maka tidak mem-batalkan puasa.
Dengan catatan ia berkumur-kumur de-ngan cara yang wajar saja dan tidak berlebihan.
B. Hidung
Memasukan sesuatu ke dalam lubang hidung membatalkan puasa. Adapun bata-san dalam hidung adalah bagian yang jika kita memasukkan air akan terasa panas (tersengak) maka di situlah batas dalam yang jika kita memasukkan sesuatu ke tempat tersebut akan membatalkan puasa yaitu hidung bagian atas yang mendekati mata kita. Adapun hidung di bagian bawah yang lubangnya biasa di jangkau jemari saat membuang kotoran hidung, jika kita memasukkan sesuatu ke bagian tersebut hal itu tidak membatalkan puasa asal tidak sampai kebagian atas seperti yang telah kami jelaskan.
C. Telinga
Menjadi batal jika kita memasukan sesuatu ke dalam telinga kita. Yang di-maksud dalam telinga adalah bagian dalam telinga yang tidak bisa dijangkau oleh jari kelingking kita saat kita membersihkan telinga. Jadi memasukkan sesuatu ke bagian yang masih bisa dijangkau oleh jari kelingking kita hal itu tidak membatalkan puasa baik yang kita masukkan itu adalah jari tangan kita atau yang lainya. Akan tetapi kalau kita memasukkan sesuatu melebihi dari bagian yang di jangkau jemari kita seperti korek kuping atau air maka hal itu akan membatalkan puasa.
Ini adalah pendapat kebanyakan para ulama. Dan ada pendapat yang berbeda ya-itu pendapat yang diambil oleh Imam Malik dan Imam Ghozali dari madzhab Syafi’i bahwa “Memasukan sesuatu ke dalam telinga tidak membatalkan” akan tetapi lebih baik dan lebih aman jika tetap mengikuti pendapat kebanyakan para ulama yaitu pendapat yang mengatakan mema-sukkan sesuatu ke lubang telinga adalah membatalkan puasa.
D. Jalan depan (alat buang air kecil)
Memasukan sesuatu ke dalam lubang kemaluan adalah membatalkan puasa wa-laupun itu adalah sesuatu yang darurot seperti dalam pengobatan dengan mema-sukkan obat ke lubang kemaluan atau pipa untuk mengeluarkan cairan dari dalam bagi orang yang sakit. Termasuk memasukan jemari bagi seorang wanita adalah mem-batalkan puasa.
Maka dari itu para wanita yang bersuci dari bekas buang air kecil harus hati-hati jangan sampai saat membersihkan sisa buang air kencing (beristinja) melakukan sesuatu yang membatalkan puasa. Bagi wanita yang ingin beristinja hendak-nya hanya membasuh bagian yang terbuka di saat ia jongkok saja dengan perut jemari dan tidak perlu memasukan jemari ke bagian yang lebih dalam, karena hal itu akan membatalkan puasa. Lebih dari itu ditinjau dari sisi kesehatan justru tidak sehat kalau cara membersihkan kemaluan adalah dengan cara membersihkan bagian yang tidak terlihat di saat jongkok sebab yang demikian itu justru akan membuka kema-luan untuk kemasukan kotoran dari luar.
E. Jalan Belakang (alat buang air besar)
Memasukkan sesuatu ke lubang bela-kang sama hukumnya seperti memasukkan sesuatu ke jalan depan. Artinya jika ada orang memasukkan sesuatu ke lubang belakang biarpun dalam keadaan darurat dalam pengobatan adalah memba-talkan puasa termasuk memasukkan jemari saat istinja (bersuci dari bekas buang air besar). Maka cara yang benar dalam istinja adalah cukup dengan membersihkan bagian alat buang air besar dengan perut jemari tanpa harus memasukkan jemari kebagian dalam.

2. Muntah dengan sengaja
Muntah dengan sengaja akan memba-talkan puasa baik dilakukan dengan wajar atau tidak, baik dalam keadaan darurat atau tidak. Seperti dengan sengaja mencari bau yang busuk lalu diciumi hingga muntah atau memasukkan sesuatu ke dalam mu-lutnya agar bisa muntah.
Berbeda jika muntah yang terjadi karena tidak disengaja maka hal itu tidak membatalkan puasa kita dengan syarat :
· Kita tidak boleh menelan ludah yang ada di mulut kita sehabis muntah sebe-lum kita mensucikan mulut kita terlebih dahulu dengan cara berkumur dengan air suci. Jika di saat kita belum ber-kumur kemudian kita langsung me-nelan ludah kita maka puasa kita menjadi batal sebab muntahan adalah najis dan mulut kita telah menjadi najis karena muntahan sehingga ludah kita telah bercampur dengan najis yang jika ditelan akan membatalkan puasa karena yang ditelan bukan lagi ludah yang murni akan tetapi ludah yang najis.
Jika ada orang menggosok-gosok gigi kemudian dia itu biasanya tidak muntah maka di saat dia gosok gigi tiba-tiba muntah maka tidak batal, akan tetapi jika dia tahu kalau biasanya setiap menggosok gigi akan muntah maka hukum menggosok gigi yang semula tidak haram menjadi haram dan jika ternyata benar-benar muntah maka puasanya menjadi batal.
Jika ada orang yang kemasukan lalat sampai melewati tenggorokannya ke-mudian dia berusaha untuk menge-luarkannya maka menjadi batal karena sama saja seperti muntah yang dise-ngaja. Berbeda dengan dahak, jika seseorang berdahak maka hal itu dima-afkan dan tidak membatalkan puasa akan tetapi dahak yang sudah keluar melewati tenggorokan tidak boleh dite-lan dan itu membatalkan puasa. Batas tenggorokan adalah tempat keluarnya huruf “HA” ( makhraj huruf Ø­).

3. Bersenggama
Melakukan hubungan suami istri itu membatalkan puasa. Yang dimaksud bersenggama adalah jika seorang suami telah memasukkan semua bagian kepala kemaluanya ke lubang kemaluan sang istri dengan sengaja dan sadar kalau dirinya lagi puasa maka saat itu puasanya menjadi batal (dalam hal ini sama hubungan yang halal atau yang haram seperti zina atau melalui lubang dubur atau dengan binatang). Adapun bagi sang istri biarpun yang masuk belum semua bagian kepala kemaluan sang suami asal sudah ada yang masuk dan melewati batas yang terbuka saat jongkok maka saat itu puasa sang istri sudah batal. Dan batalnya bukan karena bersenggama tapi masuk dalam pembahasan batal karena masuknya sesuatu ke lubang kemaluan.
Bagi suami yang membatalkan pua-sanya dengan bersenggama dengan istrinya
dosanya amat besar dan dia harus mem-bayar karafat dengan syarat berikut ini :
A. Dilakukan oleh orang yang wajib ba-ginya berpuasa
B. Dilakukan di siang bulan puasa
C. Dia ingat kalau dia sedang puasa
D. Tidak karena paksaan
E. Mengetahui keharomannya atau dia adalah bukan orang yang bodoh
F. Berbuka karena bersenggama
Dan bagi orang tersebut dikenai hukuman :
1. Mengqodho puasanya
2. Membayar kafarat (denda)
Kafarat (denda) bersenggama di siang hari bulan ramadhan adalah:
A. Memerdekakan budak
B. Puasa selama dua bulan berturut-turut
C. Memberikan makan kepada 60 fakir miskin dengan syarat makanan yang bisa digunakan untuk zakat fitrah.
Denda yang harus dibayar salah satu saja dengan berurutan. Jika tidak mampu bayar A maka bayar B jika tidak mampu bayar C.

4.Keluar mani dengan sengaja
Maksudnya adalah mengeluarkan mani dengan sengaja dengan mencari sebab keluarnya mani. Contohnnya : ketika ada orang yang tahu bahwa jika dia mencium istrinya atau dia dengan sengaja menyentuh kemaluannya dengan tangannya sendiri atau dengan tangan istrinya bakal keluar mani maka puasanya menjadi batal karena keluar mani tersebut dengan sengaja. Akan tetapi tidak menjadi batal jika seandainya keluar mani tanpa disengaja seperti bermimpi bersenggama dan di saat terbangun benar-benar menemukan air mani di celananya maka yang seperti itu tidak membatalkan puasa.

5. Hilang akal
Hilang akal di bagi menjadi tiga bagian yaitu :
A. Gila : Sengaja atau tidak disengaja gila itu membatalkan puasa walaupun sebentar.
b. Mabuk dan Pingsan :
· Jika disengaja maka mabuk dan pingsan membatalkan puasa biar-pun sebentar. Seperti dengan sengaja mencium sesuatu yang ia tahu kalau ia menciumnya pasti mabuk atau pingsan.
· Jika mabuk dan pingsannya adalah tidak disengaja maka akan mem-batalkan puasa jika terjadi seha-rian penuh. Tetapi jika dia masih merasakan sadar walau hanya se-bentar di siang hari maka pua-sanya tidak batal. Misal mabuk kendaraan atau mencium sesuatu yang ternyata menjadikannya ma-buk atau pingsan sementara ia ti-dak tahu kalau hal itu akan me-mabukkan atau menjadikannya pingsan. Maka orang tersebut tetap sah puasanya asalkan sempat
tersadar di siang hari walaupun sebentar.
C. Tidur : Tidak membatalkan puasa wa-laupun terjadi seharian penuh.

6. Haid
Membatalkan puasa walaupun hanya sebentar sebelum waktu berbuka. Misal haid datang 2 menit sebelum masuk waktu maghrib maka puasanya menjadi batal akan tetapi pahala berpuasanya tetap utuh.

7. Melahirkan
Melahirkan adalah membatalkan puasa baik itu mengeluarkan bayi atau menge-luarkan bakal bayi yang biasa disebut dengan keguguran. Misal seorang ibu hamilsedang berpuasa tiba-tiba melahirkan di siang hari saat berpuasa, maka puasanya menjadi batal.

8. Nifas
Nifas juga membatalkan puasa. Misalnya ada orang melahirkan ternyata setelah melahirkan tidak langsung keluar darah nifas. Karena ia mengira tidak ada nifas akhirnya ia berpuasa dan ternyata di saat ia lagi puasa darah nifasnya datang maka saat itu puasanya batal.

9. Murtad

Murtad atau keluar dari Islam membatalkan puasa. Misalnya ada orang lagi berpuasa tiba-tiba ia berkata bahwa ia tidak percaya kalau Nabi Muhammad adalah Nabi atau ada orang lagi berpuasa tiba-tiba menyembah berhala maka pua-sanya menjadi batal.

Media Dawah Online Buya Yahya :
- Radio-QU 98,5 FM Cirebon
- www.buyayahya.org
- www.buyayahya.tv
- www.radioquonline.com
Web For Mobile (HP) :
- http://m.buyayahya.org
- http://m.radioquonline.com
Media Komunikasi Online : YM :
- majelis_albahjah@yahoo.co.id
- radio_qu@yahoo.com
FB :
- Buya Yahya (Page)
- Radioqu Cirebon
Lembaga Pengembangan Dawah AL-Bahjah Sekretariat : Jl. Pangeran Cakrabuana Blok Gudang Air No. 179 Kel. Sendang Kec. Sumber Kab. Cirebon 45611 CP : 081 324 415 282 / 081 615 670 212

Sabtu, 06 Juli 2013

[Oase Iman] Dakwah Tugas Semua




 Dunia dakwah adalah dunia cahaya dan lautan cahaya yang menerangi jiwa raga dan semesta dengan  petunjuk risalah Rasulillah SAW. Gebyar dan gemerlapnya sebuah kota jika tidak dibarengi dengan petunjuk Risalah Rasulullah  SAW tidak akan membangun  moral dan kemanusiaan. Maka risalah Rasulullah sebagi cahaya harus senantiasa di hadirkan seirama dengan setatus kemulyaan umat Rasulullah SAW sebagai “khoiro ummatin ukhrijat linnasi” umat terbaik yang dihadirkan oleh Allah ke muka bumi ini. Mulya karena mambawa cahaya, mengantar cahaya kepada yang membutuhkanya.
     Dakwah dalam makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan dan  menjauhkan diri dan orang  lain dari kemungkaran .Semua dari kita yang merasa umat Rasulullah  SAW harus bisa mengambil bagian dari tugas dakwah ini. Siapapun kita, yang kaya yang miskin yang pandai dan yang bodoh selagi sebagai umat Rasulullah SAW ia harus ikut dalam program mengajak kepada kebaikan dan menghentikan kemungkaran.
    .
Prinsip dakwah :

1.    Membangun keikhlasan kepada Allah degan menitik beratkan kepada:


a.    Memahami dakwah sebagai jihad yang menuntut perjuangan dengan  harta dan jiwa(biamwalihim waanfusihim).
b.    Berusaha untuk melibatkan diri sendiri dalam pengorbanan jiwa, raga dan harta sebelum orang lain.
c.    Berbanggalah jika ada orang lain yang telah berhasil dalam perjuangan yang serupa dengan yang Anda emban.
d.    Bantulah orang yang seperjuangan dengan Anda agar berhasil baik dengan doa, materi jika ada atau hanya sekedar
ikut mempromosikan majlis, program dan perjuanganya .

2.    Jangan  menunggu kaya dan pintar.

    Suatu ketertinggalan jika mau ber-amar ma'ruf nahi mungkar menunggu kaya atau pintar. Akan tetapi keinsyafan akan tugas inilah yang akan menghantar seseorang untuk bersemangat tinggi dalam berdakwah dan ber-amar  ma'ruf nahi mungkar.

    Jika Anda orang berilmu lakukanlah tugas dakwah semampu Anda tanpa menunda waktu sesaatpun .Jika kemampuan Anda hanya dakwah kepada tetangga karena anda tidak mepunyai kendaraan, maka lakukanlah sesuai kemampuan Anda sejauh kaki mampu melangkah. Dan  disaat Anda di karuniai sepeda pergilah ketempat yang  lebih jauh dan begitu seterusnya.

    Jika Anda orang kaya tetapi Anda tidak berilmu. Ambillah bagian dakwah Anda  sesuai dengan kemampuan Anda . Anda memang tidak boleh berceramah atau memberi fatwa karena Anda tidak berilmu akan tetapi Anda bisa berdakwah dengan mengumpulkan orang sebanyak-banyaknya dengan harta Anda dan setelah  itu anda mendatangkan orang yang berilmu untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada orang yang Anda kumpulkan.

    Jika anda tergolong orang yang tidak berilmu dan tidak berharta, itu bukan berarti Anda tidak bisa menjadi  juru dakwah dan kelompok umat terbaik. Anda bisa dengan tenaga Anda datang kesana kemari mengajak orang lain agar memasuki Majlis ilmu para ulama di sekitar Anda atau anda menjadi tukang sapu atau penjaga sebuah lembaga dakwah dan majlis taklim. Sungguh jika Anda tulus  dengan kinerja Anda itu anda bisa duduk bersama para ulama di akhirat nanti biarpun Anda adalah orang yang tidak berilmu.

Penyakit dalam media dakwah :

1.    Tawaduk bukan pada tempatnya.  Artinya Ada orang yang telah memiliki bekal ilmu akan tetapi ia tidak segera bangkit ambil bagian dalam dakwah dengan alasan belum waktunya, masih ada yang lainya, gak enak dengan yang sepuh dan sebagainya. Padahal urusan mencari kemulyaan seseorang harus berlomba dan merasa kalau dirinya adalah yang paling butuh kepada kebaikan tersebut. Di jelaskan oleh para Ulama “al iitsaru fittaqorrubi makruhun “ mendahulukan orang lain dalam urusan ibadah adalah makruh. Dalam kebaikan seseorang harus fastabiqulkhoirot “ berlomba dalam kebaikan” dengan senantiasa memperhatikan tata krama.

2.     Tidak senang dengan adanya orang yang hendak muncul di dalam dunia dakwah. Ini adalah kendengkian yang amat berbahaya.Tidak ada dengki yang lebih mengerikan dan membahayakan melebihi dari dengkinya orang yang terjun di dunia dakwah. Sehingga setiap kali ada orang yang hendak muncul di medan dakwah ini orang –orang dengki itu berusaha menghalangi baik dengan omongan atau tingkah laku .

     Dua hal Inilah yang menjadikan para calon-calon pejuang baru merasa ragu atau bahkan takut untuk tampil. Sehingga semakin hari media dakwah semakin jauh dari mereka. Dari sinilah kenapa sering kita ketemukan orang menuntut ilmu agama bertahun-tahun ternyata setelah pulang kegiatannya sangat jauh dari media dakwah.
Wallahu a'lam bishshowab.

[Oase Iman] Membangun Dengan Cinta



Diceritakan bahwa pada suatu ketika Al-Imam Muhammad Albaqir mendengar  berita tentang perzinaan. Seketika itu juga wajah beliau berubah menjadi pucat dan bibir bergetar yang disertai titikan air mata. Lalu perlahan beliau berkata : "mereka adalah umat nabi Muhammad SAW".

     Padahal beliau tidaklah mengenal orang yang telah berzina itu akan tetapi yang beliau sadari adalah bahwa yang terjatuh dalam zina tersebut adalah umat Nabi Muhammad SAW. Maka beliau pun  menyesal dan menangisi hal itu. Apa yang telah dilakukan oleh Al-Imam Muhammad al-baqir adalah penerapan dari makna Hadits Nabi SAW "tidak sempurna iman seseorang dari kalian  sehingga  ia mencintai saudaranya seperti mencintai untuk diri kalian sendiri".
    Jika kita melihat kesalahan terjadi pada saudara kita hendaklah kita melihat mereka dengan mata kasih dan disertai dengan do'a-do'a demi kebaikanya. Sebab jika bukan karena perlindungan Allah pada kita maka  kesalahan  itupun bisa saja terjadi pada diri kita.

    Akan tetapi  yang sungguh mengerikan adalah disaat kita melihat seseorang terjerumus dalam kemaksiatan justru kesombongan kitalah yang muncul.  Lalu terlalu cepat kita menilai mereka dengan picik dan merendahkannya. Hal ini dikarenakan pandangan kita yang picik  kepada oranglain dan merasa bahwa kita lebih baik daripada orang lain. Dan banyak dari kita tidak menyadari bahwa hal itu merupakan  sebuah kesombongan tersembunyi.
     Sungguh makna ketulusan akan menghantarkan seseorang untuk semakin baik kepada sesama, merindukan yang lainya agar mendapatkan kebaikan seperti yang telah ia peroleh.

    Artinya ada kemulyaan dan kehinaan yang tersembunyi di balik cara pandang kita. Dan akan sangat berbeda cara pandang orang yang senantiasa merindukan orang lain agar senantiasa dekat kepada Allah SWT  dan dengan  pandangan orang yang meredahkan orang lain dan hanya  melihat dirinyalah orang yang paling mulia dan benar.
    Sebagai contoh, ketika kita melihat saudara kita mabuk-mabukan. Rasa apa kira-kira yang ada di hati kita saat itu? Adakah hati kita trenyuh, menangis kemudian memohon kepada Allah SWT agar mengangkat saudara kita dari kehinakan dan mengampuni dosa-dosanya. Atau justru sebaliknya, kita melihat mereka dengan mata picik, meremehkan  dan menghinakan mereka. Itu adalah dua cara pandang yang berbeda yang bersumber dari hati yang berbeda. Yang membedakan adalah "cinta"dan "kesombongan".

    Menata hati agar senantiasa sadar akan kekurangan diri akan meredam luapan semangat untuk memperhatikan cela orang lain dengan mata meremehkan. Dan hal itu akan menjadikan dirinya amat berhati-hati dalam melihat cela orang lain. Sebab semua kesalahan yang terjadi pada orang lain bisa saja terjadi pada dirinya sendiri.
    Hati yang tertata akan melihat kesalahan yang dilakukan orang lain dengan kecemburuan kasih, penyesalan yang dalam dan cinta serta rindu untuk membawanya kepada kesadaran dan taubat.  Lebih dari itu kesadaran makna  ini akan menghantarkan seseorang "jauh dari menggunjing" orang lain. Dan sungguh tidak ada gunjingan di suarakan kecuali disaat hilangnya rasa kasih dan cinta. Dan kesadaran inilah titik yang sering terlupakan untuk membangun sebuah bangsa dan negara.

    Begitu sebaliknya, hati yang dipenuhi sampah kesombongan akan selalu membuka mata seseorang agar senantiasa melihat cela orang lain dengan merendahkannya dan lupa akan kekurangan dirinya sendiri. Alangkah mudahnya menggunjing orang lain bagi orang yang seperti ini.

     Bersama itu juga, akan hilang rasa kasih-sayang dan saling mencitai sebagai pertanda dari sebuah makna keimanan. Disinilah awal bencana. Selanjutnya akan sangat mudah terjadi kedholiman, kerakusan dan ketidak pedulian kepada sesama. Dan disaat itu, amatlah sulit dibangun suatu masyarakat , bangsa dan negri yang aman, tentram dan damai.

    Wallahu a'lam bishshowab.

[Oase Iman] Menuju Kemuliaan Hidup



Kunci kemuliaan hidup yang pernah diberikan Lukman Hakim kepada putranya adalah “ Lupakan selalu dua hal dan ingat selalu dua hal. Dua hal yang harus engkau lupakan adalah di saat engkau berbuat baik kepada seseorang maka berusahalah untuk melupakannya dan disaat ada orang yang berbuat salah kepadamu maka berusahalah untuk melupakannya”. Ini adalah kunci keindahan hidup dalam kebersamaan, baik disaat kita berbuat baik kepada orang lain atau diperlakukan baik oleh orang lain. Baik disaat kita berbuat salah kepada orang lain atau disaat ada orang lain berbuat salah kepada kita. Agar kita bisa menuai keikhlasan dalam beramal, tabah dan lapang dada dalam berinteraksi dengan sesama hamba Allah.

Melupakan dua hal, kalimat sederhana, akan tetapi merupakan kalimat hikmah yang penuh makna. Sungguh siapapun yang selalu mengingat apa yang pernah ia berikan, maka susah baginya untuk berbuat kebaikan lagi. Akan tetapi disaat ia mudah untuk melupakan apa yang pernah ia berikan kepada orang lain atau kebaikan yang pernah ia lakukan untuk orang lain akan terbuka pintu kebaikan sehingga mudah baginya untuk berbuat kebaikan yang lainnya.

Kemudian disaat ada orang yang berbuat salah kepada kita, alangkah mulianya jika kita mudah untuk melupakan kesalahan orang tersebut, dengan ketulusan dan kebersihan hati, didalam hati tidak ada dendam kesumat, tidak tertanam kedengkian. Dan itulah kebersihan hati yang mengantarkan kemuliaan seseorang dihadapan Allah SWT, karena hati yang bersih dari dengki, bersih dari dendam akan mudah untuk menjadi ladang tumbuh suburnya ketaqwaan dan keimanan kepada Allah SWT.

Mengingat dua hal, yang harus diingat terus adalah "jika kita mempunyai kesalahan kepada seseorang maka semestinyalah kita mengingat kesalahan tersebut dan begitu juga jika ada orang yang berbuat baik kepada kita jangan pernah kita melupakanya, akan tetapi ingat dan ingat terus!"

Maknanya adalah jika kita berbuat salah kepada seseorang maka berusahalah kita untuk  selalu ingat agar kita tidak mudah untuk mengulangi kesalahan tersebut, baik itu kesalahan kepada istri, suami, anak, orang tua ataupun tetangga. Karena jika kita senantiasa mengingat kesalahan tersebut dan dibarengi dengan penyesalan kita akan terjaga untuk terjatuh lagi pada kesalahan yang sama. Lebih dari itu kita akan lebih mudah untuk memohon maaf kepada orang yang kita pernah berbuat salah kepadanya. Itulah hakekat kemulyaan dan kebesaran jiwa. Sungguh jika kesalahan kita kepada orang lain tidak dimaafkan oleh orang tersebut maka Allah pun tidak akan mengampuni dosa kita.Alangkah mengerikanya hal itu. Lalu, apakah kita juga rela jika ada orang disiksa dan dimurkai oleh Allah karena berbuat salah kepada kita?
Wallahu a'lam bishshowab.

[Oase Iman] Berfikir Cerdas Dengan Mempermudah Pernikahan




Seorang tua yang begitu bersemangat untuk mencarikan obat untuk  anaknya yang lagi sakit. Sungguh semangat yang tiada tandingnya, rela mengorbankan semua yang dimilikinya demi kesembuhan sang anak, sehingga akan marah-marah jika ternyata anak yang lagi diobati ogah-ogahan meminum obat tersebut. Begitu juga seorang tua yang mencubit paha anaknya yang berusia 7 tahun karena menyeberang jalan tanpa menoleh kekiri dan kekanan hingga hampir saja tersambar sebuah mobil yang berkecepatan tinggi.
Itulah gambaran kasih sayang dan cinta yang tertuang dalam kepedulian dan pengorbanan.

Ada kebutuhan anak yang teramat penting, akan tetapi seorang tua sering ogah-ogahan dalam memenuhinya. Adalah kebutuhan anaknya yang tidak lagi seorang anak akan tetapi anaknya yang seorang lelaki dan anaknya yang seorang perempuan. Pada usia tertentu seorang tua tidak boleh melihat seorang anak hanya sebagai seorang anak akan tetapi ada saat-saat tertentu seorang anak harus dilihat sebagai seorang laki-laki atau seorang perempuan yang membutuhkan pemenuhan dalam masalah "sex".
Zaman ini adalah zaman yang amat berat menguji muda-mudi dengan maraknya perzinaan dan pergaulan yang menghantar kepada perzinaan. Teringat sabda nabi "sebaik-baik pernikahan adalah yang dipermudah dan disegerakan". Itu adalah  sabda sekaligus solusi bagi problem remaja di saat ini. Banyak orang beranggapan bahwa pernikahan dini sulit mencapai kebahagiaan.

Yang harus di mengerti adalah pernikahan dini, bukan pernikahan sebelum waktunya. Akan tetapi pernikahan dini adalah mensegerakan pernikahan dan mempermudah urusan pernikahan. Kapan menemukan sang anak sudah mendekati perzinaan bersegaralah dicarikan solusi. Dan sungguh jika ada anak lapar seorang tua bisa memberinya makanan dan jika anak sakit seorang tua bisa membelikan obat untuk anaknya. Akan tetapi jika anak sudah mengenal "sex" dengan matanya lewat adegan kotor di TV atau dengan telinganya lewat obrolan-obrolan jorok di sekolahnya atau dengan pikiranya lewat bacaan dan gambar-gambar porno dibarengi dengan pergaulan diluar rumah yang tidak terkontrol hingga sampailah anak tersebut pada batas butuh kepada pemenuhan kebutuhan sex. Hal itu tidak akan terselesaikan dengan diganti makanan enak atau yang lainya. Dan orang tua tidak akan bisa memenuhi kebutuhan sang anak kecuali dengan membuka jalan pernikahan. Disinilah peran orang tua harus hadir.

Membincangkan masalah pernikahan dengan anak demi keselamatan sang anak. Terlepas dari usia sang anak, pembatasan usia bukan solusi akan tetapi justru problem. Pernikahan bisa diatas 16 tahun atau bisa dibawah 16 tahun. Asal ada tanda-tanda suka dengan lawan jenis saat itulah orang tua harus bisa mendiskusikanya dengan sang anak. Dari situlah akan hadir makna pengarahan sekaligus pemahaman seberapa besar kebutuhan sang anak kepada sex , lalu dilanjutkan dengan solusi yang baik.

Pernikahan tidak harus menunggu usia tertentu atau jenjang pendidikan tertentu atau karir tertentu. Akan tetapi kapan anak butuh maka saat itulah usia nikah yang tepat untuknya .
Ada sebagian orang bersemangat menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi dengan harapan mendapatkan keahlian untuk bisa bekerja di tempat yang layak. Akan tetapi ia teledor akan hal yang dibutuhkan anaknya sehingga setiap hari bepergian dengan lawan jenis atau saling telepon yang hanya membangkitkan hawa nafsu.

Bahkan di saat sang anak berterus-terang akan jalinannya dengan lawan jenis lalu meminta untuk menikah tiba-tiba yang ada adalah jawaban keras dari orang tua yang memangkas keberanian dalam menyampaikan apa yang ada di hatinya.Yaitu jawaban yang penuh ego"aku tidak izinkan engkau menikah kecuali engkau telah selasai kuliah atau sudah mendapatkan pekerjaan".

Apa yang terjadi pada sang anak? Di satu sisi ia harus patuh kepada orang tua, di sisi lain ia di ambang bahaya pergaulan dengan lawan jenis. Maka iapun menyelesaikan kuliah hingga sarjana  dan gelar pun dia raih, akan akan tetapi ada gelar tambahan yang tidak tertera bersama namanya yaitu gelar pezina.

Orang tua yang lalai akan keselamatan moral anaknya  yang  hanya berfikir tentang karir dan gelar kemulyaan di dunia akan tetapi lalai akan kemulyaan sang anak di akhirat nanti itulah orang tua yang akan menuai penyesalan panjang di akhirat nanti, menuai  dosa zina yang dilakukan sang anak.


Wallahu a'lam Bishshowab.

[Oase Iman] Arti Sebuah Kerinduan



Yang terucap dengan lidah kita, tentang Allah SWT, ridho Allah SWT, surga, neraka, Iman kepada Allah SWT,  Rasulullah SAW dan segala hal di seputar  Islam. Sudahkan kalimat-kalimat tersebut disaat terucap di bibir, sekaligus dirasa oleh hati nurani kita.  Berapa kali kita menghadiri diskusi tentang Islam, seminar tentang syari’ah, perencanaan dalam da'wah dan lain sebagainya. Seberapa besar makna kedekatan kita kepada Allah SWT kita rasakan dari segala gebyar aktivitas tersebut. Teringat sabda Nabi SAW, " Ada orang membaca Al-Qur'an, akan tetapi  bacaannya tidak bisa melewati tenggorokannya." Artinya ada orang berbicara tentang perjuangan untuk Islam, syari’at Islam, Allah SWT dan lain  sebagainya. Akan tetapi pembicaraan tersebut hanya bergema ditenggorokannya saja dan tidak bisa terus meresap ke hati. Ada orang yang sibuk diskusi tentang Islam dan berbicara tentang pemikiran Islam dan Islam akan tetapi diskusi dan pembicaraan tersebut hanya berputar-putar di seputar otak kepalanya dan tidak bisa di hayati oleh hatinya. Ada orang yang lantang suaranya mengajak orang lain kepada Allah SWT dengan metode penyampaian yang amat menarik, akan tetapi ajakan tersebut hanya untuk orang lain sementara hatinya sendiri tidak merasa terpanggil untuk menyambut ajakan tersebut. Itulah orang-orang yang didustakan oleh Allah SWT kelak di Akherat. Di dunia mempunyai gelaran kebesaran dalam urusan agama, akan tetapi gelar-gelar tersebut tidak mereka ketemukan di akhirat.

Yang kita lakukan di saat ini dan di saat-saat yang telah lalu dari diskusi tentang Islam dan da'wah. Yang sering kita suarakan dan kita perdengarkan kepada orang lain tentang iman, surga, neraka dan lain sebagainya. Sudahkan semua itu menjadikan kita semakin takut kepada Allah SWT, semakin rindu kepada Allah SWT, semakin mengagungkan Allah SWT, semakin cinta Rasulullah SAW dan Islam? Pernahkah di saat kita mendiskusikan syari'at Islam, tiba-tiba kita mendengar suara adzan, lalu kita bergegas menyambut seruan muadzin untuk khusu' shalat berjamaah? Sudahkah kita yang di siang hari sibuk berbicara tentang ridha Allah SWT, surga dan kerinduaan kepada Allah SWT, lalu di tengah malam kita mengkhususkan waktu untuk memadu kasih dengan Allah SWT? Jika ini semua belum pernah kita lakukan, tanyakan kepada hati kita sendiri ! Apa makna perjuangan kita tentang Islam, Allah SWT dan Rasulullah SAW  kalau bukan untuk menumbuh suburkan kerinduan kita kepada Allah SWT? Apa arti sebuah pemikiran tentang Islam, jika bukan untuk menjadikan kita rindu keselamatan di akhirat? Apa arti kalimat yang diucapkan oleh lidah kita tentang kecintaan kepada Allah SWT dan Islam, jika tidak kita sambung dengan merintih khusu' dalam ibadah kita kepada Allah SWT di sepinya malam?

Ya Allah, pencipta cinta dan kerinduan, jadikanlah kecintaan dan kerinduan kami hanya kepada-Mu dan karena-Mu ! Ya Allah jadikanlah kami adalah orang-orang yang gemar menyampaikan kebenaran sekaligus mudah untuk mendengarnya ! Ya Allah Jadikanlah kami orang-orang yang menyeru kepada kerinduan kepada-Mu dengan hati dan lidah kami ! Ya Allah jadikanlah kami sebab rindunya hamba- hamba-Mu kepada-Mu !
Wallahu a'lam bissawab.

[Oase Iman] Agar Anak Bahagia



Anak adalah nikmat besar yang dikaruniakan oleh Allah SWT kepada kita. Akan tetapi  tidak semua dari kita mengerti bagaimana menjaga nikmat tersebut. Menjaga akhlaq dan keimanan mereka adalah yang harus di utamakan. Itulah yang diharap dan diinginkan  oleh anak biar tidak diucap oleh lidah mereka.

Orang tua cerdas dan bijak adalah orang yang senantiasa tahu apa yang dibutuhkan oleh anak-anaknya. Dan diantara hal yang dibutuhkan oleh anak tidak ada yang melebihi dari pentingnya keselamatannya kelak setelah kehidupan di dunia ini. Jika ada orang tua yang begitu semangat menyekolahkan anaknya di pendidikan tinggi dengan harapan agar anaknya kelak mendapatkan pekerjaan yang layak dan menguntungkan dari segi materi. Atau seorang tua membekali modal besar untuk anaknya agar bisa mandiri dan makmur dalam kehidupannya di dunia ini. Sungguh ia adalah orang tua yang cerdas, senantiasa berfikir akan masa depan sang anak. Akan tetapi seorang tua tersebut akan menjadi tidak bijak  lagi jika ternyata melupakan masa depan yang lebih lama lagi yaitu kehidupan setelah kehidupan  di dunia ini.

Ada masa depan nanti di alam barzah yang tidak hanya enam puluh atau seratus tahun akan tetapi ribuan tahun, dan bersama penantian itu sang anak akan menuai apa yang diperbuat saat di dunia dulu. Dan nanti setelah kehidupan alam barzah akan dilanjutkan menuju kebahagiaan yang hakiki atau kesengsaraan yang hakiki  di surga atau di neraka  .

Siapa yang rela jika anaknya disiksa di alam barzah dan  di akhirat nanti? Disiksa karena kita sebagai orang tua tidak pernah memikirkan masa depan mereka setelah kehidupan ini. Disiksa karena kita sebagai orang tua telah tidak memikirkan bekal anak-anak kita di kehidupan setelah kehidupan di dunia ini.

Kita mungkin akan mudah tanggap jika anak kita gagal ujian akhir di sekolah atau universitas, atau gagal dalam sebuah usaha dagangnya. Akan tetapi kenapa kita tidak mudah tanggap dengan anak kita yang malas melakukan Shalat atau mulai melakukan sesuatu yang dilarang oleh Allah? Sungguh bahasa cinta adalah amat indah dan akan menghadirkan keindahan. Cinta yang sesungguhnya kepada anak akan diterjemahkan dengan kepedulian terhadap masa depan anak. Dan tidak ada masa depan yang sesungguhnya selain masa depan di akhirat. Bukan cinta yang sesungguhnya bagi orang tua yang hanya ingin membahagiakan anaknya selama enam puluh tahun sepanjang hidupnya di dunia lalu melupakan kehidupan yang lebih lama setelah di dunia ini.

     Yang berani membiayai sekolah anaknya untuk mencari ilmu dunia dengan biaya mahal tentu akan rela membiayai anaknya untuk mengambil bekal di akhirat dengan biaya yang lebih mahal. Jika masih ragu untuk yang demikian itu maka sangat diragukan kecintaan orang tua tersebut terhadap anaknya bahkan sangat mungkin diragukan keimanannya kepada kehidupan setelah kehidupan di dunia ini.

Dan tidak sampai disini, orang tua yang lalai memikirkan kebahagian anaknya kelak di akhirat akan menemukan kesengsaran yang amat sangat seperti yang pernah dikisahkan oleh Rasulullah Saw. Kisah orang ahli ibadah yang hendak menuju ke surga akan tetapi tiba-tiba ada yang menyeru dari dasar neraka jahannam menginginkan agar orang yang hendak masuk surga itu dimasukkan ke neraka bersamanya. Melihat kejadian seperti ini Malaikat menghadap kepada Allah dan Allah memerintahkan Malaikat agar menggiring orang tersebut ke neraka. Ia adalah orang tua  yang ahli ibadah, ahli sedekah dan ahli kebaikan akan tetapi telah membiarkan sang anak tanpa ada bimbingan agar semakin dekat kepada Allah dan tanpa pembekalan untuk di akhirat. Maka disebabkan keteledorannya dalam mempersiapkan masa depan anaknya di akhirat maka ia pun ikut rugi bersama sang anak di neraka jahannam. Wallahu a'lam bishshowab.

[Oase Iman] Isra Mi'raj Untuk Keindahan



     Diantara saat teramat  indah  yang dilalui oleh  Rosululloh SAW adalah saat Isra Mi'raj, saat  Rosululloh SAW berdialog khusus dengan Allah SWT. Sebuah kejadian yang tidak bisa disifati oleh siapapun kecuali oleh Allah  SWT.  Rosululloh SAW melihat Allah SWT, Dzat yang tidak menyerupai apa dan siapapun. Sehingga cara melihatnya pun bukan urusan akal untuk memikirkanya, akan tetapi itu urusan hati untuk mengimaninya. Yang jelas  hal itu pernah terjadi pada Rosululloh SAW.Dan yang pasti Rosululloh SAW melihat dengan mata hatinya.
     Dimulai dari kebingungan Rosululloh SAW untuk bersalam kepada Allah SWT, hingga Allah SWT mewahyukan salam yang tepat dari hamba untuk-Nya yaitu “Attahiyyatul mubarokatush sholawaatuth thoyyibaatu lillah” (salam sejahtera yang penuh barokah dan salam sejahtera yang amat baik adalah milik Allah SWT).Saat itu pun Allah menjawab “Assalamu alaika ayyuhannabiyyu warahmatullahi wabarokatuh”(Salam sejahtera, barokah dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu wahai Nabi Muhammad SAW).Kemudian salam itu diabadikan dalam perintah Sholat yang di bawa oleh Rosululloh SAW dari perjalanan Isra Mi'raj.
     Pesan yang bisa dibaca dari bacaan tasyahud ini adalah seorang hamba yang melakukan sholat sebenarnya adalah melakukan perjalanan menuju Allah SWT dengan berbekal diri dengan3 bentuk kebaikan. Yang pertamaadalah hubungan baik dengan Allah SWT. Kedua hubungan baik dengan Rasuulullah SAW. Ketiga hubungan baik dengan sesama manusia.
     Seorang hamba yang benar-benar menghadap kepada Allah SWT dan berusaha menjalin hubugan baik kepada Allah SWT ternyata tidak cukup akan tetapi ia harus menjalin hubungan baik kepada Rosululloh SAW. Digambarkan dalam tasyahud tersebutseorang hamba yang menghadap kepada Allah SWT didalam sholat ia harus mengucapkan salam kepada  Rosulillah  SAW  untuk keabsahan sebuah penghambaan dan penghadapan.
     Sholat yang merupakan ibadah yang digambarkan sebagai penghadapan  khusus seorang hamba kepada Allah SWT akan tetapi justru disaat lagi khusuk-khusuknya  kepada Allah SWT, seorang hamba harus mengingat makhluk Agung Rosululloh SAW  di dalam sholatnya. (Ya Rosululloh SAW alangkah agungnya dirimu disaat kami menghadap penciptamu ternyata penghadapan kami pun tidak di anggap benar jika kami tidak mengingatmu). Dan ternyata tidak cukup hanya mengingat akan tetapi harus mengucapkan salam dengan salam yang seolah-olah berdialog langsung dengan Rosululloh SAW.
     Artinya sebanyak apapun seseorang beribadah kepada Allah WT dengan sujud puasa dan haji yang tidak terhitung ternyata tidak ada maknanya jika tidak diiringi makna kecintaan kepada Rosululloh SAW dan banyak membaca shalawat untuknya.
     Dan pesan selanjutnya, yang sudah baik kepada Allah SWT dan Rosululloh SAWsaja ternyata belum di anggap benar seperti yang digambarkan dalam bacaan tasyahud. Yaitu jika seorang hamba dalam sholatnya berhenti pada salam kepada Rosululloh SAW dan tidak melanjutkanya maka penghadapannya kepada Allah SWT ini pun tidak dianggap sah.
     Maka demi kesempurnaan sholatnya seorang hamba harus mengucapkan “Assalam alaina wa'ala 'ibadillahish sholihin” (Kesejahteraan semoga terlimpah kepada kami semua hamba Allah SWT dan hamba-hamba-Nya yang sholih). Maknanya ini adalah sebuah upaya menciptakan keindahan kepada sesama yang di ikrarkan oleh seorang hamba di saat seorang hamba lagi khusuk menghadap kepada Allah SWT. Hal itu menunjukkan begitu besarnya kewajiban kita kepada sesama manusia. Sehingga belum dianggap baik seorang hamba yang banyak shalat, puasa dan membaca sholawat kepada Rosululloh SAW jika belum bisa menjalin hubungan baik kepada orang tua, saudara, tetangga dan masyarakatnya.
     Kemudian disaat kita hendak keluar dari sholatpun kita harus mengucapkan kalimat”Assalamualaikum” dan bukan dzikir-dzikir yang lainya, seperti Lailaaha illallah dan Subhanallah. Itu artinya kita diingatkan kembali bahwa setelah kita sholat kita akan berhadapan dengan sesama kita. Sudahkah kita siap untuk menjalin keindahan dengan sesama tanpa dusta, gunjingan, aniaya dan perbuatan yangmerugikan orang lain.
     Itulah pendidikan keindahan yang bisa di petik dari makna sholat dan kisah Isro mi’roj, yaitu pendidikan keindahan yang sesungguhnya indah kepada Allah SWT, Rosululloh SAW dan sesama manusia. Sungguh benar orang yang telah shalat dengan benar akan terhindar dari kekejian dan kemungkaran.
Wallahu a'lam bishshowab.