Berjabat
tangan itu merupakan salah satu Sunnah Sayyidina Muhammad SAW. Bahkan Nabi
muhammad menyatakan bahwa berjabat tangan itu mampu menghapus dosa bagi kedua
pelakunya. dan di dalam hadist disebutkan :
“Sesungguhnya seorang mukmin apabila bertemu dengan seorang mukmin
yg lain, lalu ia mengucapkan salam & mengambil tangannya untuk berjabat
tangan, maka akan berguguran kesalahan-kesalahan keduanya sebagaimana
berguguran daun-daun pepohonan”(HR Al Mundziri).
Berikut Beberapa
Adab Dalam Berjabat Tangan :
1. Mengucapkan salam sebelum berjabat tangan
dan niat karena Allah
Rasulullah SAW bersabda ” Tidaklah bagi dua orang Muslim yang bertemu, hingga salah satu dari mereka mengucap salam dan berjabat tangan, dan tidak berjabat tangan kecuali karena Allah, maka keduanya tidak berpisah, kecuali setelah keduanya diampuni.” (HR Ahmad).
Rasulullah SAW bersabda ” Tidaklah bagi dua orang Muslim yang bertemu, hingga salah satu dari mereka mengucap salam dan berjabat tangan, dan tidak berjabat tangan kecuali karena Allah, maka keduanya tidak berpisah, kecuali setelah keduanya diampuni.” (HR Ahmad).
2. Tidak Segera Melepas Jabat Tangan
Dari Ya’qub bin Sufyan Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah SAW, jika berjabat tangan dengan orang lain atau orang lain menjabat tangan beliau, maka beliau tidak melepas kecuali setelah pihak lain melepas tangannya terlebih dahulu. (HR At-Tirmidzi).
Dari Ya’qub bin Sufyan Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah SAW, jika berjabat tangan dengan orang lain atau orang lain menjabat tangan beliau, maka beliau tidak melepas kecuali setelah pihak lain melepas tangannya terlebih dahulu. (HR At-Tirmidzi).
3.Tidak Memalingkan Pandangan
Dari Ya’qub bin Sufyan (RA), bahwa Rasulullah SAW tidak memalingkan pandangan dari pihak yang berjabat tangan dengan beliau sampai ia berlalu meninggalkan beliau. (HR At-Tirmidzi).
Dari Ya’qub bin Sufyan (RA), bahwa Rasulullah SAW tidak memalingkan pandangan dari pihak yang berjabat tangan dengan beliau sampai ia berlalu meninggalkan beliau. (HR At-Tirmidzi).
4.Menampakkan rasa kecintaan saat berjabat
tangan
Beberapa ulama berpendapat bahwa menggerak-gerakkan tangan saat berjabat tangan termasuk hal yang dianjurkan. Hal ini dilakukan untuk menampakkan rasa kecintaan terhadap pihak yang diajak berjabat tangan (Hasiyah Al-Adawi).
Beberapa ulama berpendapat bahwa menggerak-gerakkan tangan saat berjabat tangan termasuk hal yang dianjurkan. Hal ini dilakukan untuk menampakkan rasa kecintaan terhadap pihak yang diajak berjabat tangan (Hasiyah Al-Adawi).
5.Tidak berjabat tangan dengan lawan jenis
yang bukan mahram
Jumhur ulama berpendapat bahwa berjabat tangan dengan lawan jenis dilarang atau Haram secara mutlak. Pendapat ini berpijak pada sebuah Hadits, bahwa Aisyah RA pernah mengatakan, “Demi Allah, tidak ada wanita yang menyentuh tangan Rasulullah SAW saat bai’at..” (HR Al-Bukhari).
Jumhur ulama berpendapat bahwa berjabat tangan dengan lawan jenis dilarang atau Haram secara mutlak. Pendapat ini berpijak pada sebuah Hadits, bahwa Aisyah RA pernah mengatakan, “Demi Allah, tidak ada wanita yang menyentuh tangan Rasulullah SAW saat bai’at..” (HR Al-Bukhari).
CARA MEMBERI SALAM ANTARA LELAKI DAN WANITA
Dinyatakan di sini
bahwa Rasulullah s.a.w. sentiasa memberi salam
kepada kaum wanita dengan ucapan ‘Assalamualikum Wr Wb’ serta memberi isyarat
sebagai penghormatan dengan mengangkat tangan sahaja dan tidak bersalaman
dengan berjabat tangan. Soal ini telah diceritakan oleh Asma' binti Yazid melalui sepotong hadist :
‘Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. telah melambai di sebuah masjid pada
suatu hari terdapat sekumpulan kaum wanita sedang duduk di dekat masjid. Maka Rasulullah s.a.w. mengangkat tangannya sebagai tanda penghormatan dengan mengucapkan kalimah salam.’(H.R Tarmizi)
kepada kaum wanita dengan ucapan ‘Assalamualikum Wr Wb’ serta memberi isyarat
sebagai penghormatan dengan mengangkat tangan sahaja dan tidak bersalaman
dengan berjabat tangan. Soal ini telah diceritakan oleh Asma' binti Yazid melalui sepotong hadist :
‘Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. telah melambai di sebuah masjid pada
suatu hari terdapat sekumpulan kaum wanita sedang duduk di dekat masjid. Maka Rasulullah s.a.w. mengangkat tangannya sebagai tanda penghormatan dengan mengucapkan kalimah salam.’(H.R Tarmizi)
Keutamaan Berjabat Tangan
- Terampuninya
dosa
·
Dari
Al Barra’, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah
dua orang muslim bertemu kemudian berjabat tangan kecuali akan diampuni dosa
keduanya selama belum berpisah.” (Shahih Abu Daud, 4343)
·
Dari
Hudzifah bin Al Yaman, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Sesungguhnya
seorang mukmin jika bertemu dengan mukmin yang lain, kemudian dia memberi salam
dan menjabat tangannya maka dosa-dosa keduanya akan saling berguguran
sebagaimana daun-daun pohon berguguran.” (Diriwayatkan oleh Al
Mundziri dalam At Targhib dan dishahihkan Syaikh Al Albani dalam As
Shahihah, 525)
- Menimbulkan
rasa cinta antara orang yang saling bersalaman
Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda: “Maukah kalian aku tunjukkan suatu perbuatan
yang jika kalian lakukan maka kalian akan saling mencintai?” yaitu:
“Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim 93)
Jika semata-mata mengucapkan salam
bisa menimbulkan rasa cinta maka lebih lagi jika salam tersebut diiringi dengan
jabat tangan.
- Menimbulkan
ketenangan jiwa
- Menghilangkan
kebencian dalam hati
·
“Lakukanlah
jabat tangan, karena jabat tangan bisa menghilangkan permusuhan.” Tetapi
hadis ini didhaifkan oleh Syaikh Al Albani (Ad Dha’ifah, 1766)
·
“Lakukanlah
jabat tangan, itu akan menghilangkan kedengkian dalam hati kalian.” (HR. Imam
Malik dalam Al Muwatha’ dan didhaifkan oleh Syaikh Al Albani)
Terdapat beberapa hadis dalam masalah
ini, namun semuanya tidak lepas dari cacat. Di antaranya adalah:
Terlepas dari hadis di atas, telah
terbukti dalam realita bahwa berjabat tangan memiliki pengaruh dalam menghilangkan
kedengkian hati dan permusuhan.
- Berjabat
tangan merupakan ciri orang-orang yang hatinya lembut
Ketika penduduk Yaman datang, Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda: “Penduduk Yaman telah datang, mereka
adalah orang yang hatinya lebih lembut dari pada kalian.” Anas bin Malik radhiyallahu
‘anhu berkomentar tentang sifat mereka: “Mereka adalah orang yang
pertama kali mengajak untuk berjabat tangan.” (HR. Ahmad 3/212 &
dishahihkan Syaikh Al Albani, As Shahihah, 527)












