Minggu, 10 November 2013

Adab Berjabat Tangan Dalam Pandangan Islam



Berjabat tangan itu merupakan salah satu Sunnah Sayyidina Muhammad SAW. Bahkan Nabi muhammad menyatakan bahwa berjabat tangan itu mampu menghapus dosa bagi kedua pelakunya. dan di dalam hadist disebutkan : 
“Sesungguhnya seorang mukmin apabila bertemu dengan seorang mukmin yg lain, lalu ia mengucapkan salam & mengambil tangannya untuk berjabat tangan, maka akan berguguran kesalahan-kesalahan keduanya sebagaimana berguguran daun-daun pepohonan”(HR Al Mundziri).

Berikut Beberapa Adab Dalam Berjabat Tangan :

1. Mengucapkan salam sebelum berjabat tangan dan niat karena Allah
Rasulullah SAW bersabda ” Tidaklah bagi dua orang Muslim yang bertemu, hingga salah satu dari mereka mengucap salam dan berjabat tangan, dan tidak berjabat tangan kecuali karena Allah, maka keduanya tidak berpisah, kecuali setelah keduanya diampuni.” (HR Ahmad).

2. Tidak Segera Melepas Jabat Tangan
Dari Ya’qub bin Sufyan Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah SAW, jika berjabat tangan dengan orang lain atau orang lain menjabat tangan beliau, maka beliau tidak melepas kecuali setelah pihak lain melepas tangannya terlebih dahulu. (HR At-Tirmidzi).

3.Tidak Memalingkan Pandangan
Dari Ya’qub bin Sufyan (RA), bahwa Rasulullah SAW tidak memalingkan pandangan dari pihak yang berjabat tangan dengan beliau sampai ia berlalu meninggalkan beliau. (HR At-Tirmidzi).

4.Menampakkan rasa kecintaan saat berjabat tangan
Beberapa ulama berpendapat bahwa menggerak-gerakkan tangan saat berjabat tangan termasuk hal yang dianjurkan. Hal ini dilakukan untuk menampakkan rasa kecintaan terhadap pihak yang diajak berjabat tangan (Hasiyah Al-Adawi).

5.Tidak berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahram
Jumhur ulama berpendapat bahwa berjabat tangan dengan lawan jenis dilarang atau Haram secara mutlak. Pendapat ini berpijak pada sebuah Hadits, bahwa Aisyah RA pernah mengatakan, “Demi Allah, tidak ada wanita yang menyentuh tangan Rasulullah SAW saat bai’at..” (HR Al-Bukhari).

CARA MEMBERI SALAM ANTARA LELAKI DAN WANITA

Dinyatakan di sini bahwa Rasulullah s.a.w. sentiasa memberi salam
kepada kaum wanita dengan ucapan ‘Assalamualikum Wr Wb’ serta memberi isyarat
sebagai penghormatan dengan mengangkat tangan sahaja dan tidak bersalaman
dengan berjabat tangan. Soal ini telah diceritakan oleh Asma' binti Yazid melalui sepotong hadist :

‘Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. telah melambai di sebuah masjid pada
suatu hari terdapat sekumpulan kaum wanita sedang duduk di dekat masjid. Maka Rasulullah s.a.w. mengangkat tangannya sebagai tanda penghormatan dengan mengucapkan kalimah salam.’(H.R Tarmizi)


Keutamaan Berjabat Tangan
  1. Terampuninya dosa
·         Dari Al Barra’, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah dua orang muslim bertemu kemudian berjabat tangan kecuali akan diampuni dosa keduanya selama belum berpisah.” (Shahih Abu Daud, 4343)
·         Dari Hudzifah bin Al Yaman, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Sesungguhnya seorang mukmin jika bertemu dengan mukmin yang lain, kemudian dia memberi salam dan menjabat tangannya maka dosa-dosa keduanya akan saling berguguran sebagaimana daun-daun pohon berguguran.” (Diriwayatkan oleh Al Mundziri dalam At Targhib dan dishahihkan Syaikh Al Albani dalam As Shahihah, 525)
  1. Menimbulkan rasa cinta antara orang yang saling bersalaman
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maukah kalian aku tunjukkan suatu perbuatan yang jika kalian lakukan maka kalian akan saling mencintai?” yaitu: “Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim 93)
Jika semata-mata mengucapkan salam bisa menimbulkan rasa cinta maka lebih lagi jika salam tersebut diiringi dengan jabat tangan.
  1. Menimbulkan ketenangan jiwa
  2. Menghilangkan kebencian dalam hati
·         “Lakukanlah jabat tangan, karena jabat tangan bisa menghilangkan permusuhan.”  Tetapi hadis ini didhaifkan oleh Syaikh Al Albani (Ad Dha’ifah, 1766)
·         “Lakukanlah jabat tangan, itu akan menghilangkan kedengkian dalam hati kalian.” (HR. Imam Malik dalam Al Muwatha’ dan didhaifkan oleh Syaikh Al Albani)
Terdapat beberapa hadis dalam masalah ini, namun semuanya tidak lepas dari cacat. Di antaranya adalah:
Terlepas dari hadis di atas, telah terbukti dalam realita bahwa berjabat tangan memiliki pengaruh dalam menghilangkan kedengkian hati dan permusuhan.
  1. Berjabat tangan merupakan ciri orang-orang yang hatinya lembut
Ketika penduduk Yaman datang, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Penduduk Yaman telah datang, mereka adalah orang yang hatinya lebih lembut dari pada kalian.” Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkomentar tentang sifat mereka: “Mereka adalah orang yang pertama kali mengajak untuk berjabat tangan.” (HR. Ahmad 3/212 & dishahihkan Syaikh Al Albani, As Shahihah, 527)